Ular Piton Jadi Tumbal Gemerlap Industri Fashion

Share

Eropa sekarang ini sedang banjir dengan kulit ular Piton ilegal dari Asia Tenggara. Didorong karena lonjakan permintaan dari industri fashion, pemasok di Asia Tenggara lebih mengandalkan perburuan Piton liar daripada penangkaran.

Kulit ular Piton seharga kurang lebih 1 miliar Euro atau sekitar Rp. 15,5 triliyun masuk secara ilegal ke Eropa setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan industri fashion yang terus membengkak. Pemasok terbesar adalah Asia Tenggara, tahun lalu mengekspor 500 ribu kulit ular Piton ke pasar gelap di Perancis, Jerman dan Spanyol.

Merek Tenar Berperan

Studi yang dibuat Python Conservation Partnership Found telah mengungkap peristiwa ini. “Laporan ini menawarkan solusi alternatif untuk mengelola bisnis kulit Piton yang permintaannya tengah meledak,” ungkap Jean-Cristophe Vie, Direktur International Union for Conservation of Nature. “Meski begitu masih ada banyak jalan menuju transparansi dan pengelolaan yang lebih baik di pusat penangkaran Piton.”

Lonjakan permintaan terhadap kulit Piton melesat tajam berkat trend yang dialami industri fashion Eropa. Merek-merek tenar seperti Calvin Klein, Prada atau Jimmy Choo, sering menggunakan kulit hewan eksotis untuk memproduksi tas tangan, sepatu dan jaket.

Malaysia dan Indonesia Andalkan Piton Liar

Studi yang disponsori rumah mode ternama seperti Gucci menawarkan pusat penangkaran komersil sebagai solusi atas maraknya perdagangan gelap kulit Piton. Selama ini penangkaran Piton dinilai tak menguntungkan karena ular tersebut perlu waktu lama untuk tumbuh dan menelan biaya pakan yang relatif mahal.

Cina, Thailand dan Vietnam telah mengawali industri penangkaran Piton komersil. Hanya Malaysia dan Indonesia saja yang masih mengandalkan perburuan Piton liar untuk memasok permintaan dari luar negeri. Kedua negara tersebut adalah pemasok terbesar kulit ular Sanca Kembang dan Sanca Bodo.

IUCN telah mengingatkan, produk kulit Piton yang diklaim berasal dari penangkaran di Laos, Kambodja, Malaysia dan Indonesia harus disikapi dengan hati-hati, karena pedagang biasanya memalsukan informasi terkait asal muasal Piton untuk memenuhi standar pembeli di Eropa.

Direktur Keberlangsungan di rumah mode Kering,┬áMarie Claire Daveu menyatakan, perubahan semacam itu bisa membantu industri Fashion, “menemukan pemasok yang bisa dipercaya dan berkesinambungan” serta mempermudah “pembuatan keputusan terkait pembelian kulit Piton.”

Ahmad Muhajir

Keturunan Nabi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *