Diburu Kolektor Enggang Gading Terancam Punah

Share

Karena digemari kolektor dan pembeli, Enggang Gading yang dikenal sebagai Rangkong Gading di Kalimantan terancam punah. Terutama pembeli dari negeri Cina memburu paruh burung ini. Yang paling mencolok dari burung Enggang Gading adalah paruh besarnya berwarna kuning kemerahan dan terlihat seperti gading. “Gading Merah” itulah sekarang diburu para penggemar satwa langka.

Menjadi Primadona Pasar Gelap

Di pasar gelap, paruh enggang gading bisa dijual 5 kali lebih mahal daripada gading gajah. Bagi para pembeli, paruh itu hanya digunakan untuk hiasan atau pajangan rumah sebagai pameran status. Enggang Gading begitu populer di Cina, kolektor kaya tertarik untuk memamerkan status dengan membeli hewan eksotis.

Para pemburu ilegal hanya tertarik pada paruh unik burung langka ini, yang terlihat seperti keratin merah emas dan berfungsi sebagai pelindung kepalanya. Substansinya seperti gading, bisa diukir oleh pengrajin menjadi ornamen mewah, patung dan perhiasan lain dan digunakan pembelinya sebagai sesuatu yang bergengsi.

Para ahli mengatakan, pelindung kepala burung Enggang Gading bisa mencapai harga 1000 dolar AS di pasar gelap, jauh lebih mahal dari harga gading gajah. Dalam 5 tahun terkahir saja, ribuan burung ini tewas karena diburu. Yokyok Hadiprakarsa, peneliti terkemuka di Indonesia untuk Enggang Gading memperkirakan, di Kalimantan Barat sekitar 500 burung tewas setiap bulan pada tahun 2013, artinya 6000 burung per tahun.

Terancam Punah

Enggang Gading dulunya memang secara tradisional sudah diburu oleh suku-suku asli Kalimantan, tetapi tidak pernah pada tingkat yang menimbulkan risiko kepunahan. Perburuan dan pembantaian sistematis spesies ini muncul begitu saja. Baru tahun 2011, gading merah pertama dari Enggang Gading muncul internet dari sebuah pasar satwa liar di kawasan perbatasan Myanmar dan Laos.

Perburuan intensif lalu terjadi, terutama di kalangan jaringan penyelundup satwa liar di Kalimantan Barat. Jalur utama penyelundupan satwa liar itu adalah bandara internasional ibukota Pontianak. Enggang Gading adalah burung besar. Ukuran tubuhnya bisa mencapai 170 cm dan memang mudah untuk diburu. Biasanya burung ini bertengger di batang pohon-pohon besar, tidak jarang secara berkelompok.

Selama beberapa tahun terakhir ada 16 kali penangkapan terkait perdagangan ilegal paruh Enggang Gading, dengan sitaan lebih dari 1100 paruh. Di Cina diamankan lebih dari 1000 paruh enggang dari 19 kali operasi aparat keamanan. Semuanya diduga berasal dari Indonesia. Perdagangan komersial Enggang Gading secara hukum dilarang di Cina dan di seluruh kawasan habitatnya di Asia Tenggara: Thailand, Myanmar, Malaysia, Brunei dan Indonesia. Tapi perdagangan ilegal makin marak.

Ahmad Muhajir

Keturunan Nabi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *