Teratai Telah Menginspirasi Desain Pesawat Masa Depan

Share

Pesawat-Masa-Depan

Bunga teratai sebenarnya tumbuhan berdaun tipis. Namun salah satu spesies terbesar yang tumbuh di Amerika Selatan ini misalnya mampu diduduki seorang bayi. Jenis yang lebih besar lagi bahkan mampu menahan bobot tubuh orang dewasa. Rahasia tersebut coba diungkap oleh seorang pakar penerbangan Airbus. Ia awalnya memindai struktur daun teratai dengan pemindai tiga dimensi. Setelah itu, ia menganalisa data tersebut lewat komputer.

Melalui teknologi bionik ilmuwan bisa meniru struktur yang ada di alam dan meraciknya ke dalam desain atau konstruksi. Para ilmuwan meniru alam buat menciptakan struktur jaringan yang mampu menahan bobot besar. Struktur serupa bisa ditemukan pada bunga teratai. Hanya saja jaringan yang membentuk daun teratai lebih besar dan padat, terutama pada bagian yang menahan beban paling besar. Sementara pada bagian yang tidak dibebani dengan bobot besar, strukturnya lebih longgar dan ramping.

Hasilanya, sebuah spoiler (rem pada sayap) yang diproduksi Airbus dengan meniru struktur teratai dan dicetak secara tiga dimensi dengan laser. Spoiler ini memiliki konstruksi logam yang sangat ringan dan stabil. Tanpa teknologi 3-D, spoiler sayap ini tidak bisa diproduksi.

Bukan hanya teratai yang bisa dijadikan inspirasi untuk konstruksi ringan, alga plankton juga bisa dimanfaatkan. Struktur organisme kecil ini harus mampu menahan bobot yang sangat tinggi. Prinsip konstruksi ini tercipta lewat evolusi jangka panjang.

Selanjutnya ilmuwan meniru alga plankton untuk membuat struktur konstruksi ringan yang kemudian digunakan di berbagai bidang, diantaranya untuk pembuatan pesawat atau mobil. Salah satu bagian sayap pesawat juga dibuat dengan konsep sama dengan mesin cetak tiga dimensi.

Desain pesawat ini dibuat dengan teknologi bionik. Badan pesawat misalnya terlihat seperti sebuah pohon. Studi yang diusung Airbus ini memang belum mungkin diproduksi dengan teknologi yang ada sekarang. Tapi desain dan konsepnya memberikan prespektif mengenai burung besi masa depan.

Mesin cetak logam yang mulai digunakan Airbus tahun 2016 bisa memproduksi bagian-bagian kecil pesawat hingga panjang sisi sekitar 1 meter. Mesin cetak 3D saat ini memang belum bisa memproduksi seluruh bagian pesawat. Tapi teknologi yang ada mampu membuat bagian kecil menjadi lebih ringan dan dengan begitu membantu menghemat bahan bakar.

Save

Ahmad Muhajir

Keturunan Nabi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *