Strategi Menabung untuk Pendidikan Anak

Share
Muslim family

Muslim family

Sebagai orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi sang anak. Mulai dari makanan, kebutuhan hidup sehari-hari, hingga pendidikan. Pendidikan untuk anak tidaklah murah. Bahkan, biaya pendidikan bisa menjadi biaya yang terbesar sepanjang hidup sebagai perkembangan anak sampai dewasa kelak.

Oleh karenanya, orang tua tentu harus menyediakan dana tabungan pendidikan secepat mungkin. Tujuannya agar kamu tidak kesulitan memenuhi biaya pendidikan anak ketika waktunya tiba. Memulai tabungan untuk pendidikan anak, bisa dilakukan dengan strategi dibawah ini:

1. Perkiraan Kapan Anak Membutuhkan Biaya Sekolah

Perkiraan kapan biaya akan mulai dikeluarkan merupakan hal penting yang perlu diperhatikan sebelum kamu mulai membuat rencana pemenuhan tabungan. Meski target tabungan untuk pendidikan kuliah, rencana dan besar tabungan bisa berbeda diantara kondisi anak masih balita dan anak sudah masuk sekolah dasar. Selain itu, faktor inflasi atau kenaikan biaya pendidikan dan biaya hidup menjadi penyebab utama mengapa nilai yang perlu ditabung bisa berbeda tergantung kondisi umur sang anak.

2. Hitung Jumlah Tabungan yang Diperlukan

Jika sudah membuat perkiraan kapan biaya tersebut dikeluarkan, setelah itu hitunglah berapa besar biaya pendidikan yang diperlukan dimasa depan untuk anak. Biaya yang termasuk sebaiknya tidak hanya meliputi biaya sekolah, tapi sudah termasuk biaya kebutuhan hidup anak sehari-hari. Dalam menghitung nilai investasi tabungan pendidikan, perhatikan beberapa hal penting seperti tipe sekolah dan lokasi, karena sekolah bertaraf internasional di Indonesia tentu akan membebankan biaya yang jauh lebih tinggi daripada sekolah swasta atau negeri.

3. Membuat Target

Setelah mengetahui perkiraan investasi dan kapan biaya akan dikeluarkan, buatlah perhitungan sederhana bagaimana cara mencapainya. Sebagai contoh, target tabungan pendidikan kamu Rp 240 juta yang akan digunakan dalam waktu 10 tahun ke depan. Artinya, kamu butuh menabung sebanyak Rp 24 juta per tahun atau Rp 2 juta per bulan. Kamu perlu memeriksa kondisi keuangan apakah sanggup untuk menyisihkan uang sebanyak itu atau tidak. Jika memang bisa, mulailah untuk melakukan penyisihan tersebut sekarang. Jangan lupa bahwa kamu tetap perlu menyisihkan dana untuk tabungan lain, seperti pension atau dana darurat.

4. Cari Cara Menutupi Kekurangan Tabungan

Langkah terakhir untuk membuat perencanaan tabungan pendidikan adalah mencari cara untuk menutupi kekurangan tabungan. Ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi kekuarang ini. Seperti, kamu bisa menghemat pengeluaran sehari-hari untuk menambah tabungan lebih cepat.

Save

Ahmad Muhajir

Keturunan Nabi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *