Nilai Jelek Bukan Ukuran Anak Tidak Cerdas

Share

Kecerdasan-Anak

Cerdas atau tidak seorang anak tak bisa dilihat hanya dari nilai akademisnya di sekolah saja. Ini karena setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Maka tidak ada anak yang disebut bodoh hanya karena nilai di sekolahnya jelek. Thomas Amstrong, seorang ahli kecerdasan multipel (Multiple Intelligences) dari Universitas Harvard Amerika Serikat mengungkapkan anak memiliki kepintaran yang berbeda-beda.

“Ada anak yang nilai di sekolahnya bagus, pintar menjawab pertanyaan di sekolah dengan benar, punya IQ 150, tapi kepintaran bukan hanya soal itu,” ujar Thomas dalam talkshow bertema Beda Anak Beda Pintar yang diadakan oleh S-26 Procal Gold di Jakarta.

Thomas menerangkan, dalam teori multiple intelligences terdapat 8 jenis kepintaran anak. Delapan jenis itu adalah kecerdasan linguistik (word smart), kecerdasan logika-matematika (number smart), kecerdasan visual-spasial (picture smart),  kecerdasan gerak tubuh (body smart), kecerdasan bermusik (music smart), kecerdasan interpersonal (people smart), kecerdasan intrapersonal (self smart) dan kecerasan naturalis (nature smart).

Teori multiple intelligences ini diperkenalkan oleh seorang profesor dari Havard University bernama Dr.Howard Garner untuk mengukur potensi kecerdasan seseorang secara lebih luas. Thomas juga menjelaskan Semua anak bisa memiliki kepintaran yang berbeda-beda. Ada yang menonjol di suatu bidang tertentu, ada yang tidak. Orangtua harus mengetahui delapan jenis kepintaran ini.

Menurutnya, orangtua bisa mengetahui delapan jenis kepintaran anak ini dengan mengamati tingkah laku mereka. Sebagai contoh, anak suka memukul-mukul benda seperti bermain drum, maka anak mungkin memiliki minat di musik. Anak yang suka membuat sesuatu dengan tangan mereka, menyentuh, mengamati benda, cenderung memiliki kepintaran body smart.

Jika kecerdasan anak sudah diketahui, berikanlah stimulus untuk mengembangkan kepintaran anak tersebut. Seperti untuk anak yang memiliki body smart, ajaklah anak bermain menyusun balok, melakukan kegiatan fisik seperti olahraga. Thomas menyimpulkan, orangtua harus meluangkan banyak waktu untuk memperhatikan anak-anak mereka.

Save

Ahmad Muhajir

Keturunan Nabi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *