Negara-Negara yang Melarang Niqab atau Burqa

Share

A woman wearing a burqa walks in The Hague on December 1, 2014. The Dutch cabinet approved on May 22, 2015 a partial ban on wearing the face-covering Islamic veil, including in schools, hospitals and on public transport. AFP PHOTO / ANP PHOTO / FILER JERRY LAMPEN netherlands out (Photo credit should read JERRY LAMPEN/AFP/Getty Images)

Perbedaan pendapat para ulama mengenai kewajiban bagi perempuan muslim mengenakan Niqab atau Burqa menyebabkan beberapa negara mewajibakan penduduk perempuan muslim untuk melakukannya. Namun, adapula negara-negara yang melarang perempuan muslim untuk melakukan hal tersebut. Negara mana saja itu? ini daftarnya:

Perancis

Perancis merupakan negara Eropa pertama yang melarang pemakaian burqa di tempat umum. Aturan ini perlahan dimulai tahun 2004 dengan pengawasan ketat atas simbol keagamaan di sekolah yang dikelola negara. Tapi April 2011, pemerintah melarang sepenuhnya pemakaian cadar di wilayah publik. Denda bagi pemakainya 150 €, sementara siapa pun yang memaksa perempuan menutupi wajah bisa didenda € 30.000.

Belgia

Setelah Perancis, Belgia mengikuti jejak Perancis dengan memperkenalkan larangan pemakaian cadar pada tahun 2011. Aturan tersebut melarang seseorang mengenakan pakaian yang mengaburkan wajah mereka di tempat umum. Perempuan yang tertangkap mengenakannya dapat dipenjara hingga tujuh hari atau dipaksa untuk membayar denda sekitar € 1.300.

Belanda

Pada tahun 2015, Belanda menyetujui larangan pemakaian cadar di sekolah-sekolah, rumah sakit dan transportasi umum. Jadi larangannya bukan secara total di depan umum, tapi dalam “situasi atau lokasi tertentu“. Pelarangan di kawasan tertentu itu dikenakan Belanda untuk alasan keamanan.

Italia

Italia tidak memiliki larangan nasional atas pemakaian niqab atau burqa. Tetapi pada tahun 2010, kota Novara memberlakukan pembatasan menggunakan pakaian tersebut, meskipun saat ini belum ada ketetapan sistem denda mengenainya. Dibeberapa bagian Italia, pemerintah setempat telah melarang ‘burqini’.

Spanyol

Beberapa distrik di Katalonia, Spanyol memiliki hukum terhadap burqa dan niqab. Pada tahun 2013, Mahkamah Agung membatalkan larangan di beberapa negara bagian dengan alasan bahwa hal itu membatasi kebebasan beragama. Tapi beberapa wilayah lain tetap memberlakukannya, berdasar ketetapan Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia ECHR yang menyatakan pelarangan jilbab tidak melanggar HAM.

Chad

Sejak dua serangan bom bunuh diri pada bulan Juni 2015, pemerintah melarang pemakaian niqab dan burqa di Chad. Perdana menteri Chad, Kalzeube Pahimi Deubet menyebutnya ‘kamuflase’ dan mengatakan semua burqa yang terlihat dijual akan dibakar. Sedangkan mereka yang kedapatan mengenakannya bisa ditangkap atau dihukum penjara.

Kamerun

Selang sebulan setelah Chad, Kamerun mengikuti jejaknya dengan melarang pemakaian burqa, menyusul aksi bom bunuh diri yang oleh orang-orang yang mengenakannya. Larangan itu ditetapkan di 5 provinsi di negara tersebut.

Niger

Jilbab dilarang di kawasan Diffa, kawasan yang pernah menjadi sasaran teror oleh aksi kelompok Boko Haram. Presiden Niger juga tengah menyarankan agar jilbab pun dilarang.

Kongo-Brazzaville

Dengan alasan untuk mencegah terorisme, jilbab dengan penutup wajah penuh telah dilarang di negara ini sejak tahun 2015.

Swiss

Walaupun aturannya baru berlaku di wilayah Tessin, undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2016. Siapapun yang tertangkap mengenakan cadar dapat didenda sampai 9200 €.

Mesir

Parlemen Mesir menggodok undang-undang larangan pemakaian cadar di tempat umum juga lembaga pemerintah. Aturan tersebut dibahas setelah Universitas Kairo melarang staf akademik mengenakan niqab di kelas suapaya lebih mudah berkomunikasi dengan para mahasiswanya.

Save

Ahmad Muhajir

Keturunan Nabi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *