Mereka Membuat Limbah Kulit Jeruk Jadi Obat Sariawan

Share

Penemu-Cinnamed

Lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat terobosan unik, yaitu mengolah limbah kulit jeruk, menjadi obat sariawan. Kulit jeruk itu dibuat menjadi lembaran edible film atau yang biasa digunakan sebagai pembalut permen dan bisa langsung dimakan.

“Edible film itu terbuat dari kulit jeruk. Berbentuk lembaran tipis yang bisa langsung dimakan. Biasanya kandungan edible film banyak terdapat pada kulit jeruk Bali,” kata Dyah Ayu Permatasari, salah satu peneliti.

Dyah ditemani empat rekannya dalam melakukan penelitian itu. Mereka adalah Meutia Ermina Toif, Arum Nur Hidayah, Bill Rich dan Nico Pratama Yulianto Putra. Dyah Ayu menerangkan, langkah awal pembuatannya yakni menggunakan limbah kulit jeruk yang diolah menjadi Pektin. Pektin tersebut diolah lebih lanjut menjadi edible film.

“Pektin dilarutkan, dicampur dengan gliserol. Kemudian diaduk sampai 2-3 jam. Lalu dipanaskan sampai 66 derajat. Kemudian dikasih CaCl2 (Calcium chloride). Ditaruh di loyang, dioven sampai kering. Setelah sudah menjadi lembaran edible film, kemudian diberikan tambahan senyawa yang berfungsi mengobati sariawan. Obat sariawan yang ditambahkan dalam edible film tersebut bernama cinnamaldehyde. Kami menambahkan senyawa dari ekstrak kayu manis yang berfungsi menyembuhkan sariawan,” Dyah menjelaskan.

Cara penggunaan obat sariawan dari limbah kulit jeruk ini sederhana saja. Penderita sariawan hanya perlu menempelkan lembaran mengandung cinnamaldehyde pada titik sariawan. Dyah menjamin obat dinamai Cinnamed ini memiliki kelebihan dibanding obat sariawan pada umumnya. Obat ini diklaim tidak menimbulkan rasa pahit dan rasa perih bagi penggunanya.

Obat sariawan Cinnamed ini pernah menjadi juara satu dalam lomba bertajuk Chemical Product Design Competition, diselenggarakan Di Universitas Indonesia, Maret lalu. Rencananya CINNAMED akan dikembangkan supaya dapat dikonsumsi masyarakat umum.

“Kami sudah sampai uji preklinis, semacam uji toksisitas atau uji terhadap hewan. Belum sampai pada tahap uji klinis pada manusia. Tapi kami sendiri sudah mencobanya,” ujar Dyah.

Dyah melanjutkan, dari uji klinis diketahui dalam satu lembar Cinnamed mengandung cinnamaldehyd sebesar 180 miligram. Selain itu, dalam satu kemasan Cinnamed berisikan sepuluh lembar edible film berukuran masing masing 1,5 x 1,5 sentimeter.

Save

Ahmad Muhajir

Keturunan Nabi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *