Keajaiban Tanaman Ganja untuk Medis

Share

Keajaiban-Ganja

Ganja sampai sekarang ini masih menjadi tanaman yang diperdebatkan banyak pihak. Tak main-main, banyak negara menyimpulkan bahwa ganja adalah bagian dari narkoba, adapula negara yang melegalkan ganja untuk kebutuhan medis ataupun konsumsi, tentu dengan aturan yang berlaku di masing-masing tempat.

Kita semua sudah tahu, setiap barang yang dikonsumsi bila tidak sesuai takarannya akan berdampak buruk bagi kesehatan, begitu pula dengan ganja bila disalahgunakan bisa merusak kesehatan. Tapi dalam dosis yang tepat, tumbuhan yang satu ini bisa menyelamatkan nyawa manusia dari berbagai jenis penyakit. Inilah manfaat ganja yang telah dibuktikan oleh sains:

Mencegah Serangan Epilepsi

Penelitian Virginia Commonwealth University pada tahun 2013 lalu menemukan senyawa dalam mariyuana bisa mencegah serangan Epilepsi. Studi yang dipublikasikan di jurnal ilmiah, Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics, itu menyatakan senyawa Cannabinoids bekerja dengan mengikat sel otak yang bertanggungjawab mengatur rangsangan dan rasa tenang pada manusia.

Meringankan Glaukoma

National Eye Institute di Amerika Serikat sejak 10 tahun silam telah menyarankan penggunaan ganja untuk mengurangi gejala Glaukoma. Penyakit ini memicu pembesaran bola mata yang kemudian menekan saraf mata dan menyebabkan gangguan penglihatan. Menurut NEI, mengkonsumsi ganja dengan menghisapnya dapat meringankan tekanan pada saraf mata.

Memerangi Alzheimer

The Journal of Alzheimer’s Disease telah mempublikasi sebuah studi yang mengungkapkan, dosis kecil Tetrahydrocannabinol, senyawa yang terdapat didalam tumbuhan mariyuana dapat memperlambat pembentukan plak amiloid yang membunuh sel otak dan bertanggungjawab atas penyakit Alzheimer. Selama eksperimen peneliti menggunakan minyak cannabis.

Membunuh Kanker

Pemerintah Amerika 2015 silam akhirnya mengakui khasiat Mariyuana memerangi penyakit Kanker. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di situs pemerintah setempat menjelaskan senyawa Cannabinoids mampu membunuh sel Kanker dan memblokir sejumlah pembuluh darah yang dibutuhkan Tumor untuk tumbuh. Cannabinoids antara lain efektif mengobati penyakit kanker usus, kanker payudara dan kanker hati.

Redam Efek Kemoterapi

Sudah banyak studi mengungkap ganja sangat efektif meredakan dampak samping kemoterapi, yaitu rasa mual, muntah dan hilang nafsu makan. Badan Pengawas Obat AS, FDA, sejak beberapa tahun telah mengizinkan terapi obat-obatan berbasis Cannabinoid untuk pasien kanker yang menjalani Kemoterapi.

Meredakan Penyakit Autoimun

Autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh manusia membunuh sel-sel sehat daripada memerangi penyakit. Hasilnya organ tubuh sering diserang radang. Penelitian dari University of South Carolina pada tahun 2014 memaparkan senyawa THC di dalam ganja mampu mengubah molekul dalam DNA yang bertanggungjawab mempercepat proses peradangan. Sejak saat itu tanaman ini digunakan untuk merawat pasien Autoimun.

Melindungi Otak

Peneliti dari University of Nottingham telah membuktikan bahwa ganja mampu melindungi otak dari kerusakan yang disebabkan serangan stroke. Studi tersebut menyebutkan ganja membatasi area di dalam otak yang terkena dampak stroke. Walaupun belum diuji klinis, temuan tersebut memperkuat teori lain bahwa mariyuana juga mampu meminimalisir kerusakan akibat trauma atau geger otak.

Menghambat Sklerosis Ganda

Sklerosis Ganda merupakan gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang merusak lapisan lemak pelindung saraf manusia. Akibatnya saraf mengeras dan menyebabkan kejang-kejang yang memicu rasa sakit luar biasa. Canadian Medical Association Journal menerbitkan sebuah studi yang menyebutkan ganja dapat meringankan gejala kejang pada pasien Sklerosis Ganda.

Meringankan Rasa Sakit

Sebagian penderita Diabetes akan mengalami kerusakan saraf di bagian kaki dan tangan. Gejalanya adalah rasa terbakar di bagian tubuh tersebut. Peneliti dari University of California menemukan ganja efektif meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh kerusakan saraf. Namun sampai sekarang Badan Pengawasan Obat AS, FDA, belum memberikan lampu hijau terapi ganja untuk pasien Diabetes.

Meringankan Efek Samping Hepatitis C

Bagaikan obat Kanker, terapi obat untuk meredam Hepatitis C berefek samping seperti lelah, mual, otot pegal, kehilangan nafsu makan dan depresi. Tapi studi yang diterbitkan European Journal of Gastroenterology and Hepatology, menyimpulkan lebih dari 86% pasien mampu menuntaskan terapi Hepatitis C dengan mengkonsumsi ganja. Oleh karena itu Cannabis diyakini mampu meredam efek samping terapi Hepatitis C.

Save

Ahmad Muhajir

Keturunan Nabi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *