Eropa Mulai Meniru Kebiasaan Orang Asia

Share

Lepas-Sepatu

Dunia kini telah banyak mengalami perubahan, mulai dari iklim yang sudah sulit diprediksi, hewan yang semakin punah, sampai pada perilaku manusianya. Berbeda dengan Eropa, kenapa orang Asia terbiasa melepaskan sepatu mereka ketika masuk ke dalam rumah? Di samping faktor tradisi atau budaya, tentu ada alasan ilmiah itu. Kini kebiasaan tersebut juga mulai dipraktikkan di Eropa.

Universitas Arizona dalam studi yang dilakukannya menemukan rata-rata terdapat 421.000 bakteri pada sepatu atau sandal yang dipakai di luar rumah. Seperti bakteri E coli yang dapat menyebabkan infeksi usus, diare dan bahkan meningitis. Jenis lainnya, Klebsiella pneumoniae yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih dan Serratia ficaria yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan.

Studi dari lembaga Battelle Memorial, menjelaskan bahwa racun seperti pestisida dari halaman rumput bisa dengan mudah terbawa sepatu atau sandal. Sementara studi Universitas Baylor menemukan partikel debu pada aspal yang dicor dengan tar bisa meningkatkan risiko kanker. Partikel-partikel itu bisa terbawa oleh sepatu. Paparan racunnya bisa berjangka panjang.

Bayangkan berbagai kotoran yang berasal dari luar rumah, menyelip di sol sepatu dan terbawa ke lantai rumah. Terlebih jika ada balita, tanpa ragu mereka main di lantai dan memasukkan kotoran ke mulutnya? Lagipula dengan bolak-balik kotoran masuk ke rumah, itu artinya harus seringkali pula menyapu dan mengepel lantai.

Kecuali memiliki masalah kesehatan yang memerlukan sepatu untuk meredakan rasa sakit, kaki cenderung lebih bahagia jika bebas dari sepatu. Memang sepatu olah raga juga banyak yang nyaman dipakai. Namun kaki tidak perlu memakainya sepanjang waktu. Berjalan tanpa alas kaki menguatkan lengkungan telapak kaki.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa anak-anak yang biasa berjalan tanpa sepatu, lebih sedikit menghadapi penderitaan kaki datar. Mereka cenderung memiliki kaki kuat dengan fleksibilitas yang lebih baik dan terhindar dari kelainan bentuk kaki. Membiarkan otot kaki melakukan hal yang semestinya dengan bebas, dapat membantu kaki mereka tetap kuat dan fleksibel.

Carolyn Forte direktur Cleaning Lab di Good Housekeeping Institute menyatakan, sepatu lebih cenderung bersifat merusak lantai daripada kaus kaki atau sandal. Jika rumah memakai lantai kayu maka partikel di sol sepatu akan menggerusnya dari waktu ke waktu. Partikel pada alas sepatu juga menyebabkan keausan pada karpet.

Save

Save

Ahmad Muhajir

Keturunan Nabi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *