Dinding Rumah dari Sampah Plastik

Share

Dinding-Sampah-Plastik

Ini sebuah inovasi baru, seluruh plastik tidak terpakai jika dikumpulkan bisa menjadi sampah raksasa. Menurut statistik World Economic Forum, pada tahun 2050 akan ada lebih banyak sampah plastik di lautan daripada jumlah ikan. Jadi inovasi ini bisa mengubah gunungan sampah menjadi produk fungsional yang penting untuk penanganan masalah tersebut.

Penemuan ini berbasis di Selandia Baru, Peter Lewis sang penemu yang bisa mengubah sampah plastik menjadi dinding. Temuan ini dinamakan RePlast. Sistem modular ini berada dipusat ByFusion, sebuah perusahaan dari Amerika Serikat yang mengubah 100% sampah plastik menjadi bahan bangunan alternatif. Mesin RePlast mengubah jenis sampah plastik menjadi blok RePlast. Tentu tidak seperti beton biasa, blok ini tidak memerlukan lem atau perekat lainnya.

Jika beton tradisional dibuat dalam bentuk tertentu, RePlast cukup fleksibel yang dapat disesuaikan dengan beberapa bentuk dan kepadatan. Karena sistemnya modular, RePlast merupakan produk yang portabel. Mesin ini dirancang untuk beroperasi menggunakan gas atau listrik dan tidak memerlukan plastik yang diratakan atau dicuci.

Blok konstruksi yang dibuat dari sampah plastik ini merupakan salah satu peningkatan level dari proyek ramah lingkungan. Proyek ramah lingkungan tersebut yakni batu bata tanah liat terbuat dari puntung rokok oleh Universitas RMIT Australia, yaitu EcoBricks. Selain itu, ada juga botol plastik ukuran dua liter yang diisi dengan bahan non-daur ulang dan batu bata Eco-BLAC, biayanya sangat murah dan penemuan ini juga ramah lingkungan karena terbuat dari limbah industri.

Save

Ahmad Muhajir

Keturunan Nabi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *